Selasa, 21 Desember 2010

Happy Mother's Day, Bunda :)

Selamat Hari Ibu, Bunda... :) Senangnya yaa jadi bunda. Sungguh kita merasakan ya betapa cinta bunda kepada anaknya sangat luar biasa. Bunda adalah manusia super yang diciptakan Tuhan di dunia ini ^.^ (Superman sih kalah yaa... hehe).

Bicara tentang cinta bunda kepada anaknya, saya yakin tidak ada bunda yang tidak cinta kepada anaknya (eh..tapi kok ada ya berita ibu yang tega membuang anaknya di pom bensin? Haduuh..ngebayanginnya aja saya miris *.*). Kenapa bisa demikian? Karena ternyata, ditinjau dari segi medis, hal ini disebabkan karena si hormon ini nih : hormon Oksitosin!

Yup.. Oksitosin seringkali disebut hormon cinta, karena menyebabkan bumil terikat emosi dan bonding dengan anak yang dikandungnya. Oksitosin lah yang menyebabkan insting keibuan Bunda meningkat. Selain itu, Oksitosin yang memicu kontraksi di trimester kedua dan ketiga kehamilan ini juga akan membuat saluran ASI bekerja untuk menghasilkan ASI. Hormon ini juga membantu kelancaran proses persalinan. Lalu Oksitosin akan turun segera setelah persalinan.

Itu jika ditinjau dari segi medis, Bunda. Namun secara kodratnya memang sebagai seorang bunda kita dianugerahi kekuatan yang luar biasa untuk menjadi seorang ibu. Jadi, mari berbahagia di hari ini, Bunda.. Rayakan Hari Ibu dengan cara mensyukuri cinta bunda kita kepada kita, dan cinta kita kepada anak kita. 

So, Happy Mother's Day, Bunda di seluruh dunia ^.^

Minggu, 19 Desember 2010

Tips Atasi Ruam Susu dan Ruam Popok pada Bayi

Kulit bayi sehalus sutra, begitu kata iklan produk baby di TV. Tapi tahukah, Bunda, sebenarnya kulit bayi justru kulit yang masih sangat sensitif karena lapisannya masih jauh lebih tipis dibanding kulit dewasa. Karena sensitif, kulit bayi pun cenderung mudah terkena ruam. Ruam yang biasanya sering dijumpai pada bayi antara lain ruam susu dan ruam popok.

Ruam susu terjadi karena tumpahan susu, biasanya sekitar pipi atau mulut bayi. Biasanya terjadi pada bayi yang diberi susu formula. Tapi bisa juga terjadi pada bayi ASI, yang mana biasanya karena makanan yang dikonsumsi ibu. Sedangkan ruam popok terjadi karena lembab akibat tertutup popok dan terkena urine ataupun tinja.

Anak saya Farrell menurut dokter memiliki kulit yang cenderung lebih sensitif. Farrell agak mudah terkena ruam, terutama ruam susu dan biang keringat. Selain harus jaga asupan makanan (saya harus diet ayam, telur dan ikan selama 6 bulan! huhu... nggak papa deh, demi anak ^.^), saya juga diberi cara ampuh oleh dokter untuk mengatasi ruam di kulit Farrell. Apa itu, Bunda? Mandi pakai Sabun Lactacyd Liquid Baby.


Yup.. begini caranya :
- Basuh seluruh badan bayi dengan air hangat menggunakan waslap
- Tuangkan sabun Lactacyd sebanyak 1 sendok makan ke waslap, gosok hingga berbusa, lalu oleskan ke seluruh badan bayi, terutama pada bagian ruam (hati-hati jangan kena mata dan mulut) seperti menyabuni biasa
- Diamkan sejenak selama 2-3 menit, lalu bilas dengan air hangat dan handuki hingga kering

Dokter menganjurkan saya menggunakan sabun Lactacyd ini dibanding baby lotion, mengingat kulit Farrell yang cenderung lebih sensitif, juga dikarenakan sabun Lactacyd memiliki pH yang sama dengan kulit bayi, sehingga aman digunakan untuk kulit sensitif sekalipun. Untuk mendapatkannya juga nggak susah, tersedia di apotek dan baby shop. Harganya sekitar 20 ribuan untuk yang 60 ml, 80 ribuan untuk yang 230 ml. 

Oya, sabun ini juga bisa mengatasi Kerak Topi (Cradle Cap), caranya pakai saja seperti menggunakan shampoo biasa. Dapat melunakkan kerak dan menjadi mudah untuk kita bersihkan.

Dan alhamdulillah ruam di kulit Farrell teratasi :) duuh, senangnya.. Oia, sabunnya juga bisa dipakai setiap kali mandi kok, Bunda, nggak hanya pada waktu ruam saja. Kata dokter kulit bayi menjadi lebih terawat dan kuat. Tapi boleh kok, Bunda mengkonsultasikan ke dokter anak Bunda terlebih dahulu untuk memastikan apakah juga cocok apabila digunakan untuk bayi Bunda.

Semoga membantu ya, Bunda :)

Senin, 13 Desember 2010

Mengatasi Puting Lecet karena Menyusui

Menyusui adalah saat yang membahagiakan untuk bunda dan bayi. Tapi ada kalanya bunda mengalami lecet pada puting payudara, mungkin karena posisi menyusui yang kurang tepat, atau tergigit gusi bayi saat menyusui. Apabila puting yang lecet tersebut tetap dipakai untuk menyusui bayi, rasanya akan sakit sekali, dan itu menggaggu kenyamanan bunda dalam menyusui. 

Nah, untuk mengatasinya, saya ada sedikit tipsnya, Bunda :
Olesi bagian yang lecet dengan ASI, lalu angin-anginkan di udara (diamkan beberapa menit). Untuk sementara gunakan payudara sebelahnya untuk menyusui, setidaknya minimal 1x24 jam, namun tetap pompa ASI pada payudara yang putingnya lecet tersebut agar tidak besar sebelah dan agar tidak bengkak. 
Namun jika tidak kunjung sembuh atau lecetnya parah, lebih baik segera hubungi dokter.

Tetap pompa payudara yang lecet tersebut, Bunda, agar tidak besar sebelah dan tidak bengkak

Saya pernah mengalaminya, Bunda. Dan setelah saya coba tips ini, alhamdulillah berhasil! Duh, senangnya saya bisa menyusui bayi dengan nyaman lagi.

Demikian tips dari saya, Bunda. Semoga membantu ya :)

Mengartikan Tangisan Bayi

Pernahkah Bunda merasa bingung dan bertanya-tanya pada saat bayi kita menangis dan kita tak tahu apa maunya? Disusui, sudah. Diganti popoknya, sudah. Tapi si kecil masih juga menangis. Pasti kita bertanya-tanya, bukan?

Saya pernah membaca di suatu artikel, beda bunda dengan ayah pada saat bayi menangis itu ternyata ada perbedaan tanggapannya. Sang ayah biasanya akan berusaha mencari penyebab kenapa si bayi menangis, cek popoknya, cek badannya apa mungkin ada yang sakit. Tapi kalau bunda, dia akan berusaha merasakan apa yang sebenarnya sang bayi sedang rasakan. Dan bunda lah, yang biasanya tahu arti tangisan bayinya, apa yang sedang bayi inginkan.

Tangisan bayi, ternyata ada kemiripan antar bayi walaupun tidak sama persis. Tapi kita bisa mencoba mengenalinya, seperti yang saya kutip dari Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan ini :

Lapar
Tangisan karena lapar biasanya akan berlangsung terus-menerus, iramanya teratur, lama-kelamaan bertambah keras. Bunda juga harus memperkirakan kapan terakhir memberi makan/susu kepada bayi. Jika bayi belum disusui ASI setelah 1-2 jam atau dengan susu formula 3-4 jam, mungkin bayi menangis karena lapar. 

Minta ganti popok
Tangisannya mirip seperti tangisan lapar, tapi Bunda dapat mengecek kapan terakhir Bunda memberikan susu. Perikaslah popok bayi secara berkala.

Kedinginan atak kepanasan
Bayi baru lahir merasa senang bila dibungkus dengan kain sehingga menjadi hangat, karena terbiasa dengan kehangatan dan kenyamanan sewaktu berada dalam rahim. sehingga sewaktu Bunda membuka baju bayi untuk dimandikan atau diganti popok, bayi akan menangis sebagai pernyataan kehilangan rasa hangat dan nyaman. Tangisannya akan terdengar seperti rintihan. Tetapi jangan membungkus terlalu rapat atau memakaikan baju yang berlebihan karena bayi juga dapat kepanasan.

Minta digendong atau dipeluk
Bayi senang melihat wajah orangtuanya, mendengar suara, detak jantung, dan mencium bau tubuh ibunya (terutama bau ASI). Mereka senang dipeluk setelah selesai disusui, dimandikan, atau diganti popoknya, dan yakinlah bayi akan tertidur dalam pelukan / gendongan Bunda. Jadi, bayi pun menangis untuk menarik perhatian orangtuanya.

Kelelahan
Bunda dapat menilai bayi kelelahan dengan melihat bayi mengusap-usap matanya atau telinganya.

Stimulus yang berlebihan
JIka bayi berada di tempat baru dengan wajah baru, yang ingin menggendongnya, terkadang membuatnya merasa tidak nyaman.Bayi akan menangis karena stimulasi yang berlebihan. Dalam situasi seperti ini, gendong dan bawa bayi ke tempat yang agak sepi. Cobalah membatasi jumlah orang yang akan menggendong bayi Bunda.

Bosan
Bayi juga dapat merasa bosan dengan rutinitasnya. Cobalah bawa bayi berkeliling, bawalah kemana Bunda pergi, sertakan dalam aktivitas Bunda.

Sakit
Bayi akan menangis dengan keras, sambil menahan napas sebentar karena rasa tak enak, dan sekali-kali melengking dengan nada yang tinggi. Percayalah pada naluri Bunda ketika bayi menangis dengan tidak semestinya. Bunda dapat membawa ke dokter untuk memastikannya.

Kolik
Kolik adalah keadaan ketika bayi menangis dalam 3 jam sehari atau 3 hari per minggu. Jika bayi menangis kesakitan lalu mukanya menjadi kemerahan, perutnya tegang, menarik-narik kakinya, dan mengepalkan tangannya, kemungkinan bayi menderita kolik.Sekitar 1 dari 5 bayi mengalami kolik, tapi biasanya keadaan ini berakhir setelah bayi berusia 3 bulan.
Menenangkan bayi yang sedang kolik memang tidak mudah, karena bayi sedang kesakitan. Cobalah meringankan kesakitannya dengan menggendong atau mengayunkannya dengan perlahan, nyanyikan lagu yang lembut, usaplah punggung atau perutnya seperti bila sedang menyendawakannya. Bila sakit berlanjut, bawalah ke dokter secepatnya.

Pelukan bunda akan menenangkan bayi

Memberikan respons segera terhadap kebutuhan dan tangisan bayi saat usia 6 bulan pertama kehidupannya sangat penting dalam membina dan memupuk rasa percayanya kepada Bunda. Rasa percaya diri ini nantinya yang kelak akan membuat bayi belajar mandiri.

Dengan mempelajari dan mengerti tangisan bayi, tanpa disadari Bunda akan memahami dan mengerti keinginan bayi. Dengan bertambahnya usia, tangisan bayi juga akan semakin berkurang, karena bayi sudah semakin belajar dan berinteraksi dengan lingkungannya.

   

Sabtu, 11 Desember 2010

Keajaiban ASI

Sebelumnya, saya tidak tahu menahu tentang seluk beluk ASI. Saya pikir ASI tak ubahnya makanan pertama yang dibutuhkan bayi baru lahir hingga 6 bulan ke depan. Pikir saya, ASI itu ya seperti susu biasa. Tapi ternyata, setelah saya cari tahu info tentang ASI, satu kalimat dalam pikiran saya : ASI itu AJAIB!

Ya, ASI itu ajaib. Luar biasa! Bagi bayi, kandungan nutrisinya jangan ditanya, lengkap sekali..sangat seimbang dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu bagi bunda, amat sangat bahagia apabila bunda bisa memberikan ASI untuk sang buah hati, karena bagi si buah hati, ASI adalah hadiah terindah dari bunda untuknya.

Yuk, eratkan kasih sayang antara bunda dan bayi dengan menyusui :)

Ini dia antara lain manfaat ASI untuk bayi dan bunda. Bagi bayi :

  • ASI mengandung nutrisi yang sangat mudah dicerna dan diserap oleh bayi
  • ASI kaya akan zat antibodi (zat kekebalan tubuh) untuk membantu tubuh bayi melawan infeksi dan penyakit lainnya
  • ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium
  • ASI tidak atau jarang menyebabkan konstipasi
  • Suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberi ASI sampai lebih dari sembilan bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung DHA/AA
  • Pemberian ASI eksklusif sampai empat bulan akan menurunkan resiko sakit jantung bila dewasa
  • ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran pernafasan bagian bawah, juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak
Bagi Bunda :
  • Meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko pendarahan, bila segera memberikan ASI setelah melahirkan
  • Membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil
  • Membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan bunda lebih cepat
  • Membina ikatan kasih sayang antara bunda dan bayi
  • Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah

Bahkan karena manfaat ASI begitu besar, WHO dan UNICEF menganjurkan agar para bunda memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping lainnya hingga bayi berusia enam bulan.

Dan satu lagi yang saya sangat suka akan keajaiban ASI : ASI itu gratis! Hehe, yup..murah meriah daripada susu formula yang harganya kian hari kian selangit itu. Alhamdulillah ya, Bunda.. :) Tinggal kita-kita aja nih, Bunda, yang menjaga asupan nutrisi kita dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan baik untuk bunda dan bayi.
Jadi, no reason untuk nggak memberikan ASI eksklusif ya, Bunda.. semangaaat :)

Jumat, 10 Desember 2010

Kuning atau Jaundice pada Bayi

Sehari setelah saya melahirkan Farrell, dokter anak yang memeriksa mengatakan kalau Farrell agak kuning, dan Farrell diminta untuk mendapat Terapi Sinar di ruang perawatan khusus. Saya pun mengikuti saran dokter. 

Pada saat itu pengetahuan saya tentang Kuning atau Jaundice pada bayi sangat minim. Saya hanya tahu dulu keponakan saya pada waktu bayi dia  kena Kuning, lalu juga mendapat Terapi Sinar di rumah sakit, serta sepulangnya harus sering dijemur matahari pagi. Dan setelah saya mencari tahu lebih banyak, Kuning pada bayi bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika tidak ditangani secara tepat, bisa fatal akibatnya.


Terapi Sinar Biru/Blue Light untuk bayi Kuning

Seperti yang dijelaskan di Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan karya dr.Suririnah yang saya baca, Kuning terjadi karena banyaknya kadar Bilirubin dalam darah. Bilirubin yang seharusnya bisa diubah dan dikeluarkan oleh hati/liver melalui tinja dan air seni, namun karena hati/liver pada bayi baru lahir belum sempurna, maka bayi baru lahir belum mampu mengeluarkan bilirubin dengan tepat, sehingga timbul kuning pada kulit.

Kadar Bilirubin dapat diketahui dari pemeriksaan darah. Jika kadar bilirubin diatas 10 mg/dl, biasanya bayi baru lahir disarankan untuk dirawat di rumah sakit untuk mendapat Terapi Sinar. Kuning dapat menjadi berbahaya apabila kadar bilirubin mencapai lebih dari 20 mg/dl, yang apabila tidak segera ditangani secara tepat, dapat menimbulkan kerusakan otak.

Dari pengalaman yang saya lalui kemarin, Farrell yang kala itu kadar Bilirubinnya di atas 10 mg/dl, langsung mendapat Terapi Sinar Biru / Blue Light. Lalu saya yang masih belum pulang dari rumah sakit yang sama, diminta sering berkunjung ke ruang perawatan khusus tempat Farrell disinar untuk memberikan ASI sesering mungkin. Alhamdulillah, setelah 3 hari, Farrell diijinkan pulang bersama saya dari rumah sakit.

Sepulang dari rumah sakit, saya rutin menjemur Farrell di matahari pagi, antara jam 7-9, selama 10 sampai 15 menit. Ada yang menganjurkan setengah jam, namun asap kendaraan bermotor yang lewat di depan rumah membuat saya berpikir menjemurnya tidak perlu selama itu. Alhamdulillah, pemeriksaan berikutnya ke dokter, kadar Bilirubin Farrell udah normal.

Kamis, 09 Desember 2010

Atasi Baby Blues Syndrome

Ngomongin tentang Baby Blues Syndrome? Waah, saya mengalaminya, Bunda. Tadinya saya meremehkan syndrome yang satu ini, karena saya kira ini hanya manja-manjaan ibu baru saja, tapii..hehe, ternyata hampir semua ibu mengalaminya pasca kelahiran, termasuk saya tentunya

Ada sedikit cerita, dulu kira-kira 4,5 tahun yang lalu kakak saya melahirkan anak pertamanya. Lalu sewaktu sampai di rumah, saya sering mendapati kakak saya menangis, juga jadi lebih sensitif...saya heran kala itu, wah kakak saya terkena Baby Blues Syndrome rupanya. Tadinya saya meremehkannya, aah nanti kalau saya sudah jadi ibu nggak gitu-gitu amat kale, gitu pikir saya waktu itu.

Sampai akhirnya saya melahirkan anak pertama saya 7 Oktober 2010 lalu. Ngerasain jahitan bekas operasi Caesar yang sakit, nangis. Payudara membengkak malam-malam, nangis. Jauh dari suami karena kebijakan rumah sakit yang tidak membolehkan keluarga menginap menunggui, nangis. Begitu sampai rumah, sensitifnya luar biasa, jadi suka tiba-tiba sedih nggak jelas. Laaah saya pun sadar..saya kena juga nih si Baby Blues Syndrome.

Baby Blues itu sendiri adalah kondisi yang sering terjadi dan menimpa hampir separo ibu. Umumnya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat setelah persalinan. Baby Blues terjadi karena setelah proses melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan fisik yang besar dan hormon-hormon dalam tubuh juga mengalami perubahan yang besar. Padahal, saat itu ibu sedang dalam kondisi lelah setelah melalui proses persalinan. Semua ini akan mempengaruhi perasaan ibu. (dikutip dari Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan karya dr.Suririnah)

Tapi Alhamdulillah untungnya untuk saya itu nggak berlangsung lama, karena capek juga sedih melulu bawaannya..kok energi saya malah terbuang untuk sedih yang nggak jelas. Dan ternyata untuk ‘menghilangkan’ Baby Blues Syndrome ini harus dari diri bunda sendiri.

Yang saya lakukan untuk menghilangkan Baby Blues kala itu antara lain :

- Saat sedih tiba-tiba menyerang dan pengen nangis, sok atuh nangis aja..tapi saya lakukan di ruangan lain, tidak di depan bayi saya (sstt, kalo kita sedih, bayi kita ngerasa lho)

- Mencari tahu sebanyak mungkin dari sumber manapun tentang seputar dunia bayi dan perawatannya

- Bertukar pikiran sesering mungkin dengan suami, orang tua, ataupun sesama bunda tentang segala hal yang membuat saya bertanya-tanya tentang bayi

- Pada saat menggendong atau memberi ASI pada baby, saya tatap lekat anak saya, dan trust me..kelucuan dan kepolosannya menenangkan hati kita

- Berdoa dan berserah diri pada-Nya. Yang ini benar-benar manjur. Anak kita analah anugrah dan titipan Allah, ingat bahwa kita lakukan ini semua karenaNya. InsyaAllah kita akan diberi ketenangan hati